Tetap Bertahan Di Penampungan Pasar Induk Wonosobo Yang Semrawut

By sedulurpasar - November 22, 2018

Tetap Bertahan Di Penampungan Pasar Induk Wonosobo Yang Semrawut - Zonanisasi pasar memang belum sepenuhnya di terapkan di Pasar Induk Wonosobo, masih ada bagian los, kios yang tercampur-campur dengan banyak faktor, salah satunya adalah jual beli abonemen antara pedang. Saat pedagang tidak mampu berjualan lagi maka sebagian dari mereka memilih untuk menjual abonemennya, sayangnya pengguna baru terkadang berbeda dagangan yang dijual dengan pemilik abonemen awal.

Pewarta. Ofi

Tetap Bertahan Dipenampungan Pasar Induk Wonosobo Yang Semrawut

Tetap Bertahan Di Penampungan Pasar Induk Wonosobo Yang Semrawut

Dalam Pasar Induk Wonosobo kepemilikan abonemen juga bukan berdasar ukuran yang sama, setiap abonemen bisa berbeda-beda ukuran, ada yang satu abonemen memiliki ukuran hingga  sepuluh (10) meter persegi, ada yang hanya dua meter persegi. 

Pasangan suami istri Slamet, sebelum berada di pasar penampungan memiliki lima (5) meter persegi untuk menggelar dagangan sandalnya. Istri Pak Slamet  yang bernama asli Mardiah ini mengatakan  bahwa luasan lapak  dagangannya di pasar penampungan ini berbeda dengan miliknya yang asli di Pasar Induk Wonosobo. "Kalau sesuai abonemen lapak kami berukuran 5 meter persegi sekarang di pasar penampungan hanya dua meter persegi saja" terang warga RT 3 RW 3 kampung Semagung  itu.

Tetap Bertahan Dipenampungan Pasar Induk Wonosobo Yang Semrawut

Tetap Bertahan Dipenampungan Pasar Induk Wonosobo Yang Semrawut

Pak Slamet dan bu Slamet mengatakan mereka mulai berjualan dai tahun 1992. "Dahulu yang berjualan sandal dan sepatu di pasar masih sedikit di tahun 1992, tidak seperti sekarang. dengan berkembangnya jaman dan ekonomi pasar yang terus merosot pedagang sandal dan sepatu malah bertambah" jelas mereka yang telah mengalami pula empat kali kebakaran Pasar Induk Wonosobo.

Meskipun mereka sedikit beruntung kerena sebagian besar dagangannya selamat pasca kebakaran tahun 2014, tetap saja bagi keluarga Slamet terbakarnya Pasar Induk Wonosobo membuat roda ekonomi keluarga merosot. "Untuk penjualan sekarang mulai lancar, memang tidak serame dulu tapi dagangan tetap laku" papar pak Slamet, ia ingin pasar cepat dibangun. Meski berharap Pasar Induk Wonosobo segera dibangun ia berharap tidak dipindah-pindah lagi kiosnya yang sudah berangsur-angsur dagangannya mulai laku kembali. "Sebentar lagi genap 4 tahun Pasar Induk Wonosobo terbakar dari tanggal 22 Desember 2014" katanya lirih.

Editor. Manjie


  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. Sebenarnya kasian ya para pedagang di pasar, zaman sekarang barang2 murah udah masuk mall, yang mana notabene belanja di mall itu lebih nyaman ketimbang di pasar.
    Jadinya semua berpikiran belanja di pasar harus lebih murah lagi, lama2 habis juga modal para pedagang karena ditawar dengan sadis dan terpaksa mengiyakannya :(

    ReplyDelete