Pedagang Aksesoris Di Pasar Induk Wonosobo Yang Dikenal Uletpun Akhirnya Mengeluh

By sedulurpasar - November 20, 2018

Pedagang Aksesoris Di Pasar Induk Wonosobo Yang Dikenal Uletpun Akhirnya Mengeluh - Tidak semua pedagang Pasar Induk Wonosobo awalnya memiliki kios, pasang surut kehidupan pasar juga berlaku sesuai hukum pasar, tak terkecuali juga bagi pak Untung, psdagang yang dikenal ulet dalam berdagang ini akhirnya memiliki kios sendiri di Pasar Induk Wonosobo setelah sejak muda merintis usaha berdagang aksesoris dengan berstatus PKL di pasar ini akhirnya memiliki kios sendiri. Kios yang kemudian menjadi miliknya ini berasal dari salah satu pedagang yang merugi sehingga menjual hak kios kepadanya.

Pewarta. Ofi

Pedagang Aksesoris Di Pasar Induk Wonosobo Yang Dikenal Uletpun Akhirnya Mengeluh

Pedagang Aksesoris Di Pasar Induk Wonosobo Yang Dikenal Uletpun Akhirnya Mengeluh

Tak lama setelah memiliki kios sendiri yang otomatis menjadikan pak Untung pedagang tetap Pasar Induk Wonosobo, kebakaran pasar Induk Wonosobo yang pertama kali di tahun 1994 terjadi. Berlanjut hingga 4 kali kebakaran pasar yang dia alami terhitung dari kebakaran tahun 1994, 2004 (2 kali kebakaran) dan kebakaran di tahun 2014 lalu. 

Meski pria ulet ini tetap bertahan, tetapi ia mengakui kerugian terbesarnya adalah saat kebakaran kedua ditahun 2004 dimana separuh dagangannya terbakar habis dan sisanya tidak bisa dijual karena rusak meski berhasil diselamatkan. "Sebagian dagangan terbuat dari plastik dan bahan yang mudah terbakar sebagian hangus terbakar dan yang bisa diselamatkan banyak yang rusak sehingga tidak bisa dijual kembali" jelasnya.

Kehidupan Pasar Induk wonosobo telah menjadi bagian dari hidupnya, meski telah mengalami kerugian karena kebakaran berulang hingga 4 kali tetap tidak menyurutkan niatnya untuk tetap berdagang dipasar,  "Semua dagangan bermodalkan hutang, baik hutang perbankan maupun hutang dari distributor yang berbaik hati memberikan dagangan dengan membayar secara tempo." Ungkap Untung, meski mengembalikan modal dengan berhutang, ia mengaku tetap harus berjualan untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Dahulu penjualan aksesoris laris manis karena tempatnya yang strategis, berbeda dengan sekarang dengan status pasar penampungan sementara yang sudah 4 tahun berjalan dan kondisinya sangat memprihatinkan serta sepi pembeli. Pedagang aksesoris yang dikenal ulet ini merasa Pasar Induk Wonosobo sekarang tidak serame dahulu "Beda sekali, pendapatan dari hasil berdagang juga merosot, apa lagi bulan-bulan ini memang lagi sepi pembeli." keluhnya, ia juga mengharap agar pemerintah tidak menunda lagi pembangunan Pasar Induk Wonosobo.


Editor. Manjie

  • Share:

You Might Also Like

1 comments