Ashuri 30 Tahun Berjualan Sayur di Pasar Induk Wonosobo

By sedulurpasar - November 02, 2018

Ashuri 30 Tahun Berjualan Sayur di Pasar Induk Wonosobo - Namanya Bu Ashuri, salah satu pedagang sayur yang menempati lapak 2x2 meter dipenampungan Pasar Induk Wonosobo. lapak berukuran kecil ini dia berbagi dengan bakul bumbon (Mbok Kamto), karir berdagangnya dimulai sejak muda hingga sekarang punya cicit 1. Selama kurang lebih 30 tahun ia menjalani rutinitas sebagai pedagang sayur.


Pewarta.


Ashuri 30 Tahun Berjualan Sayur di Pasar Induk Wonosobo


Ashuri 30 Tahun Berjualan Sayur di Pasar Induk Wonosobo

Rutinitas yang dilakukan selama 30 tahun berjualan sayur di Pasar Induk Wonosobo telah banyak mengalami suka duka, Warga Desa  Maron, kecamatan Garung Wonosobo ini setiap hari harus pulang pergi dengan jarak tempuh  10 km dari Pasar Induk Wonosobo. Sedangkan angkutan umum menuju desanya yang berjarak 3 km dari kecamatan Garung tidak ada, hanya ojek dan mobil pengangkut sayuran yang menjadi andalan transportasi, jika sedang tidak beruntung ia akan berjalan untuk dapat kembali kerumahnya.

Sebagai penjual sayur segar, bu Ashuri harus berlomba dengan waktu untuk mendapatkan sayur segar dan segera menggelar dagangannya,sebab kebanyakan pembeli sayur adalah pagi hari, semakin siang pembeli sayuran akan semakin langka. Cuaca di Wonosobo juga sebuah tantangan bagi bu Ashuri, curah hujan yang tinggi dengan waktu hujan yang acak tidak menyurutkan tekatnya untuk terus mencari nafkah. seringkali hujan dari malam hingga pagi hari tanpa henti ia terobos untuk dapat berangkat berdagang. "Itu klo hujan pagi, kalo Wonosobo saat musim hujan pulangnya juga pasti kehujanan" kata bu Ashuri.

30 tahun berdagang bukan sebuah waktu yang pendek, ia juga mengalami 4 kali kebakaran yang meluluh lantakkan bangunan dan perekonomian yang ada di Pasar Induk Wonosobo, bahkan saat paska kebakaran di tahun 2014 ia nyaris tidak mendapatkan lapak dagangan di pasar penampungan meski ia memiliki abonemen dan hak kios. Namun akhirnya di bantu oleh pengurus PPIW ia mendapatkan haknya meski hanya menempati lapak 2x2 meter dan harus berbagi dengan mbok Kamto yang berjualan bumbon  di los selatan eks Pasar Induk Wonosobo.

Editor. manjie


  • Share:

You Might Also Like

1 comments