Kisah Anak Pedagang Korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo Tahun 1994

By sedulurpasar - October 30, 2018

Kisah Anak Pedagang Korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo Tahun 1994 - Dahulu bapak mas Yono, yaitu Hadi Sasono memiliki satu kios pakaian di Pasar Induk Wonosobo, pak Hadi berjualan pakaian sejak tahun 60an, seingat mas Yono. Lapak pak Hadi hangus dalam kebakaran tahun 1994. Sebenarnya tidak serta merta hangus, tetapi kerugian yang dideritanya paska kebakaran membuat hutang menjadi berat ditambah harga tebus kios setelah dibangun akhirnya memberatkan hingga ia harus rela menjual hak kiosnya di pasar induk.
Pewarta. 


Kisah Anak Pedagang Korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo Tahun 1994


Kisah Anak Pedagang Korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo Tahun 1994

Hadi Sasono tinggal di kampung dekat Pasar Induk Wonosobo, tepatnya kampung Sudagaran di jalan Veteran, tenggara Pasar Induk Wonosobo. Kala kebakaran 30 September 1994, ia baru saja mendapatkan dagangan dari supliernya, saat kebakaran ia berusaha menyelamatkan dagangan sebisanya. "Pikiran bapak mungkin sudah tidak karuan, karena ia dengan tubuh basah kuyup menyeret beberapa karung dagangan yang berhasil diselamatkannya dengan menangis" ujar mas Yono.

Kini meski mas Yono tidak memiliki kios sendiri, ia berdagang di pasar induk dengan menyewa kios milik orang lain. Sebelum berdagang pakaian di tahun 2004 ia bekerja di salah satu PO yang ada di Wonosobo jurusan Semarang-Purwokerto, namun seiring waktu PO tersebut mengalami kemunduran hingga harus mengurangi karyawan termasuk dirinya. "Keluarga pedagang ya balik ke dagang" katanya. Selama menyewa dan berdagang di Pasar Induk Wonosobo ia mengaku tidak begitu ramai pembeli sehingga untuk mencari tambahan pada hari minggu ia mengelar dagangannya di alun-alun Wonosobo.

"Sekarang sudah tidak boleh dagang di alun-alun, dialihkan di jalan Pramuka dan sepi pembeli. Lagi pula karena mendapat jatah lapak di tengah jalan yang panas maka kemarin hanya berangkat sekali, lalu kembali lagi dagang dipasar" tutur mas Yono, ia menambahkan bila sama-sama sepi lebih memilih di Pasar Induk saja. Begitulah sepenggal Kisah Anak Pedagang Korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo Tahun 1994.

Editor. manjie

  • Share:

You Might Also Like

0 comments