Berjualan Berbagai Macam Banggi Dari Sekitar Tahun 80an

By sedulurpasar - October 30, 2018

Berjualan Berbagai Macam Banggi Dari Sekitar Tahun 80an - Produksi makanan ringan seperti opak, rengginang dan aneka kerupuk banyak dihasilkan di daerah Wonosobo dan sekitarnya, selain bahan bakunya mudah didapat makanan ini tergolong murah meriah dan banyak pengemarnya. Dari produksi olahan itu tidak semuanya dijual matang dan siap saji, sebagian besar dipasarkan mentah dan disebut "banggi" (kerupuk/opak/renginang mentah) oleh masyarakat Wonosobo.   Di Pasar Induk Wonosobo ada beberapa penjual berbagai macam "banggi" salah satunya bu Siti Rukhoyah.


Berjualan Berbagai Macam Banggi Dari Sekitar Tahun 80an

Berjualan Berbagai Macam Banggi Dari Sekitar Tahun 80an

Sejak sekitar tahun 80an bu Siti Rukhoyah berjualan banggi, "dulu sebelum kebakaran 30 September 1994 saya berjualan di Pasar Induk Wonosobo sebelah Bea Lor (sekitar pintu masuk selatan pasar), dulu ramai pembeli karena pilihan jajanan masih sedikit dan yang berjualan juga masih sedikit" ujarnya bernostalgia. Bu Siti Rukhoyah mengaku mengalami kebakaran pasar 4 kali yaitu pada tahun 1994, 2004 di pasar dan di alun-alun selang sekitar tiga bulan kembali terbakar hinga kebakaran pasar di tahun 2014.

"Tidak ada dagangan yang tersisa bahkan timbangan saya saja tak berbekas dimakan api" keluhnya, meski mengalami kerugian yang tidak sedikit ia mengaku tetap ingin berdagang di Pasar Induk Wonosobo sebagai tempatnya mencari rejeki. "Kalo tidak berdagang mau apa lagi, kalo rejeki biar Allah yang kasih, tugas kita cuma iktiar, kalo nanti kebakaran lagi ya semoga tidak, yang penting pasar segera dibangun biar pedagang mapan dan pembeli nyaman tidak seperti sekarang" harapnya.


Berjualan Berbagai Macam Banggi Dari Sekitar Tahun 80an

Berjualan Berbagai Macam Banggi Dari Sekitar Tahun 80an

Wanita asal Desa Mangisan Lama ini mengenal berdagang di Pasar Induk Wonosobo sejak muda hingga kini telah dikaruniai 4 orang anak dan 9 cucu. Bu Siti mengaku selama berjualan berbagai macam banggi dari sekitar tahun 80an mendapatkan banyak saudara di Pasar Induk Wonosobo yang lebih penting lagi ia dapat menghidupi keluarganya dan akan terus berdagang sampai ia tidak mampu lagi berdagang.

Editor. manjie


  • Share:

You Might Also Like

1 comments